Hotel Kombucha
Ini pertanyaan yang banyak sekali diajukan oleh para Kombucha Brewer
(Pembuat Kombucha). Karena setiap kali melakukan fermentasi, mereka akan
mempunyai tambahan 1 buah
SCOBY Kombucha, sampai akhirnya bingung mau ditaruh dimana
SCOBY
sebanyak ini. Ada yang memberikannya kepada orang lain, ada juga yang
membuangnya. Celakanya ketika suatu saat gagal memfermentasi karena Baby
SCOBY-nya terkena
jamur (mold),
kita tidak mempunyai cadangan Jamur Kombucha dan juga teh biangnya.
Jadi, dulu sempat mengalami over stock Jamur Kombucha sampai bingung mau
dikemanakan, sekarang malah kekurangan Jamur Kombucha. Bahkan sampai
tidak bisa membuat lagi karena benar-benar tidak ada cadangan..
Pernah mengalami hal seperti ini? Jangan kuatir, Anda tidak sendirian.. saya juga pernah mengalaminya koq
Nah, bagi Anda yang belum pernah mengalaminya, jangan sampai ikut
mengalami hal seperti ini. Lebih bijaksana kalau kita selalu menyimpan
beberapa lembar
SCOBY Kombucha dalam wadah kaca. Kita sebut wadah penyimpanan
SCOBY ini dengan “Hotel kombucha”. Jadi, bagaimana cara merawat Jamur Kombucha tersebut?
Nah, ini tips bagi Anda
- Pertama-tama, sediakan wadah kaca. Selalu cadangkan sebuah wadah kaca, bukan plastik. Walaupun container plastik memiliki label Food Grade, saya tetap tidak merekomendasikannya, karena SCOBY ini akan disimpan dalam jangka waktu yang lama (bertahun-tahun).
- Jika Anda sudah memiliki Baby Kombucha, cuci bersih agar tidak ada
kotoran yang menempel pada Baby Kombucha (yang sebenarnya ragi). Jika
Anda menggunakan air ledeng untuk mencucinya, bilas terakhir kali
menggunakan air minum (air putih) untuk memastikan tidak ada kandungan
kaporit yang menempel.
- Taruh Baby Kombucha Anda di dalam wadah kaca dan beri Teh Kombucha.
Setiap ada Baby Kombucha baru, silahkan langsung tumpuk saja di atasnya
sehingga nanti akan bertumpuk berlapis-lapis
Saya sendiri biasanya mencampur Teh Kombucha dengan air putih dan
kemudian beri gula pasir. Kenapa? Karena jika Teh Kombucha yang dibuat
warna cukup pekat (berwarna coklat), maka Baby Kombucha Anda akan ikut
berwarna coklat karena secara prinsip dia akan menyerap warna dari
tempat dia hidup. Kalau saya sendiri sih.. pinginnya Baby Kombucha saya
tetap berwarna putih, karena kalau sudah coklat itu kesannya seperti
bekas pakai

. Gula pasirnya untuk apa? Ya.. untuk makanan bagi para Ragi. Nggak perlu banyak-banyak koq.. 1 sendok teh juga cukup.
- Tutup wadah kaca. Ada 2 pilihan dalam menutup wadah kaca ini: Tutup
rapat atau tutup dengan kain saja. Kedua-duanya boleh saja, karena toh
ini bukan bertujuan untuk memfermentasi. Kalau untuk proses fermentasi
saya sarankan untuk menutup dengan kain. Kalau sekedar untuk cadangan,
tutup rapat atau tutup dengan kain tidak bermasalah.
- Simpan dalam suhu ruangan. Ada juga yang menyimpannya dalam Lemari
es (bagian chiller, bukan freezer), tapi saya lebih suka menyimpannya di
ruangan, karena kalau disimpan di dalam Lemari Es dalam jangka waktu
lama, maka bakteri akan ‘hibernasi’ dan perlu waktu untuk bekerja secara
efektif. Lagipula, SCOBY yang disimpan di Lemari Es ternyata lebih rentan terkena jamur dibandingkan dengan SCOBY
yang disimpan di suhu ruangan. Jadi, kalau dahulu ada yang bertanya,
“Bolehkah Jamur Kombucha saya simpan di dalam Lemari Es?”, jawabannya,
“Boleh!”.. dan sekarang saya beri informasi tambahkan: tapi ada efek
sampingnya, yaitu lebih rentang terkena jamur pada saat memfermentasi.
- Jangan menyimpan SCOBY
dalam freezer karena bakterinya akan mati. Bakteri hanya bisa bertahan
sampai suhu 10 derajat Celcius. Dibawah itu, bakteri akan mati.
Pertanyaan lainnya yang banyak orang tanyakan adalah: Berapa lama
SCOBY ini bisa bertahan? Sebenarnya tergantung dari kualitas
SCOBY Kombuchanya sih.. tapi
biasanya bisa bertahan selama 6-12 bulan.
Nah, untuk Teh Kombuchanya sendiri, sisihkan juga beberapa botol
kaca, tutup rapat dan simpan di suhu ruangan. Selama beberapa waktu
sekali, tutup botol ini wajib dibuka untuk membuang tekanan gas yang ada
didalamnya, karena pernah ada kejadian di Amerika, botolnya sampai
pecah dan menyebarkan serpihan kaca ke seluruh ruangan. Mungkin kasus
ini jarang terjadi, tapi kita nggak mau sampai kejadian ini terjadi di
rumah kita khan?
Jika suatu saat ternyata proses fermentasi Anda gagal karena terkena
mold (jamur),
maka langkah pertama yang harus Anda ambil adalah: membuang semua:
Tehnya, Baby Kombucha dan bibit Kombucha yang lama. Cuci bersih wadah
tempat fermentasi, dan buat lagi teh manis yang baru. Bibit kombucha
tinggal mengambil dari Hotel kombucha dan juga Teh Kombucha dari botol
yang sudah dicadangkan sebelumnya. Mantap khan?
Oke, selamat membangun Hotel Kombucha bintang 5!
sumber:
http://indokombucha.wordpress.com/2012/04/06/cara-merawat-jamur-kombucha/#more-1061